Assalamualaikum THANKS FOR VISIT

"Verily We have created man into toil and struggle… Have We not made for him a pair of eyes; and a tongue, and a pair of lips; and shown him the two ways (obedience and disobedience)?" (Qur'an, Al-Balad 90:4-10)

"So know that there is no god save Allah, ask forgiveness for your sins and for the believing men and the believing women. Allah knows well your moving and your place of rest." (Qur'an, Muhammad 47:19)

"Allah will raise up, to (suitable) ranks and (degrees), those of you who believe and who have been granted knowledge. And Allah is well-acquainted with all you do." (Qur'an, Al-Mujadilah 58:11)

"There is no one worthy of worship but He: That is the witness of Allah, His angels and those endowed with knowledge, Standing firm in Justice (or maintaining His Creation in Justice). There is no god but He, the Exalted in power, the Wise." (Qur'an, Al-'Imran 3:18)

"It is only those who have knowledge among His servants that fear Allah." (Qur'an, Fatir 35:28)

Tampilkan postingan dengan label nafsu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nafsu. Tampilkan semua postingan

23/02/14

Nafsu Syahwat dan Cara Mengendalikannya

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد

Jalan keluar paling ampuh untuk menjaga nafsu syahwat adalah dengan menikah. karena dengan menikah dapat menjaga pandangan dan kemaluan. adapun jika belum mampu menikah, maka perbanyak berpuasa. karena dengan berpuasa dapat mencegah nafsu syahwat yang berlebihan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda : 


يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء

Artinya : "Wahai para pemuda. barang siapa yang bisa jima' maka menikahlah. karena itu lebih menjaga pandangan dan kemaluan. dan barang siapa yang belum bisa, maka berpuasalah. karena dengan itu dapat menahan syahwat." (HR Muslim) 

Dalam hadits diatas, Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- mengkhususnya perintah ini kepada pemuda. karena pemuda lebih besar gangguan syahwatnya dibanding orang yang sudah tua. 

Bisa jima' dan menanggung hal-hal yang diakibatkannya, seperti memberi nafkah baik berupa makanan atau pakaian. maka Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- memerintahkannya untuk segera menikah. 

Adapun pemuda yang mampu jima' akan tetapi belum mampu memberi nafkah, maka diperintahkan untuk berpuasa. karena ketika seseorang berpuasa dia berusaha menjaga puasanya dari hal-hal yang dapat membatalkan puasanya. dengan itu, dia akan lebih menjaga syahwatnya.